Jumat, 30 Desember 2016

ResensiFilm1: Train to Busan

#ResensiFilm1: ‘Train to Busan’

Judul Film : Train to Busan

Tanggal rilis : - 13 Mei 2016 (Cannes)
- 20 Juli 2016 (Korea Selatan)
Durasi : 118 menit

Negara : Korea Selatan

Bahasa : Korea

Produser : Lee Dong-Haa, Jang Kyung-ik

Penulis : Park Joong-suk

Produksi: Red Peter Film & New entertainment world

Sutradara : Yeo Sang-Hoo

Pemeran : Gong-Yoo ( Seok-Woo )

Ma Dong-Seok ( Sang-Hwa )

Jung Yu-Mi ( Seong-Kyeong )

Kim su-an ( Soo-an )

Kim Ui-seong ( Yon-suk )

Choi Woo-shik ( Young-gook )

Ahn So-hee ( Jin-hee )

Choi Gwi-hwa ( homeless man )
Sinopsis:

Seok-Woo (Gong-Yoo), adalah seorang manajer keuangan di sebuah perusahaan. Ia dan anaknya, Soo-An(Kim-Suan) berencana akan berangkat pergi ke Busan untuk menemui mantan istri nya, sebagai hadiah ulang tahun untuk sang anak, Soo-An. Seok-Woo tidak terlalu banyak menghabiskan waktu bersama putrinya karena Ia selalu sibuk bekerja. Mereka pergi menuju Busan menggunakan KTX (korean train express) dari stasiun Seoul.

Ketika kereta akan berangkat, seorang wanita dengan kondisi terluka di bagian kakinya masuk kedalam salah satu gerbong kereta. Wanita tersebut diduga telah terinfeksi oleh virus yang akan membuat dirinya menjadi seorang zombie dengan cepat . Ia merasa kesakitan dan terus berteriak meminta tolong. Pramugari yang sedang berjaga merasa panik ketika melihat wanita dalam kondisi kritis tersebut dan berusaha menolong wanita itu. Namun, wanita tersebut justru menggigit leher si pramugari. Sejak itu, si wanita  telah menginfeksi sebagian besar penumpang dalam kereta.

Seok-Woo, Soo-an dan penumpang lain  terus berlari dan menyelamatkan diri dari kejaran para zombie menuju gerbong belakang. Masinis kereta pun memutuskan untuk berhenti di stasiun kota Daejeon. Karena, berdasarkan informasi bahwa para tentara telah siaga untuk mengamankan para warga yang selamat.

Akankah Seok-Woo, Soo-an dan para penumpang akan selamat dari kejaran para zombie dan dapat menuju ke kota Busan ? Akankah mereka dapat bertahan hidup atau tidak ?

Kesan :

To be honest, ini adalah film dari Korea Selatan pertama yang saya pernah tonton. Karena, sebelumnya saya hanya menonton film-film dari negara barat saja dan sempat berpikir bahwa Film dari barat adalah film yang paling keren hehe.
Film ‘Train to Busan’ ini bukan hanya menyajikan adegan bertarung dan berdarah saja. Tetapi menampilkan sisi melodrama yang sukses membuat para penonton terharu . Awalnya saya sempat bingung dengan jalan cerita film ‘Train to Busan’ ini. Dua pertanyaan langsung muncul dalam otak saya saat awal menyaksikan film ini ,yaitu 1.“Gimana caranya mereka bertarung dengan para zombie di dalam kereta?” dan 2.“ mereka melawan para zombie itu, memakai senjata apa?”
Film ‘Train to Busan’ ini tdiak terlalu banyak menampilkan adegan fighting dan adegan sadis lainnya. di Film ini lebih banyak menampilkan sisi ‘Kebersamaan’ dan ‘Manusiawi’ antar penumpang yang sebelumnya tidak saling mengenal.

Pesan moral yang terkandung dari film tersebut, yaitu...
  • -              Kasih sayang dan perhatian orang tua sangat diperlukan dalam pertumbuhan anak.
  • -          Sifat kemanusiaan antar sesama. Di film ini di gambarkan dengan para penumpang yang saling tolong menolong sesama, saling menyelamatkan dan tidak hanya memikirkan diri sendiri saat keadaan sulit.

  • -          Jangan menilai seseorang secara sekilas, tanpa mengenal nya lebih dekat. Di film ini di gambarkan oleh sifat Yon-Suk (Kim Ui-seong) yang ambisius dan egois. Namun dibalik sifat buruknya itu, Ia memiliki sifat yang penyayang dan hormat kepada sang ibu.


Kelebihan :

Kelebihan dari film ‘ Train to Busan’ ini adalah..

  • -          Jalan cerita yang berbeda dari cerita zombie pada umumnya. Karena, dalam film ini kita tidak bertarung dengan para zombie di tempat outdoor melainkan di dalam kereta.
  • -          Zombie pada film ini, termasuk golongan zombie apocalypse yaitu zombie yang bergerak dengan sangat cepat dan ganas.  Jadi, kita tidak akan melihat zombie yang jalannya terseok-seok dalam film ‘Train to Busan’ .
  • -          Akting para aktor dan aktris yang memukau.

Kekurangan :

Kekurngan dari film ‘Train to Busan’ adalah..

  • -          Kurang di jelaskannya secara detail penyebab dari virus zombie tersebut. Kesannya si Penulis terlalu terburu-buru dalam menulis skenario.
  • -          Si Penulis tidak banyak menjelaskan tentang kondisi di luar kereta saat diserang oleh para zombie.
  • -          Ending  cerita yang cukup mengecewakan LL

Film ini berhasil membawa pulang beberapa penghargaan dan di saksikan oleh 10 juta orang lebih pada masa tayang di Korea Selatan.

Sekian resensi dari saya, maaf apabila ada kesalahan penulisan dan lainnya. Terima Kasih.

(Tugas Rumah/PR ✌ ✌)





Jumat, 18 November 2016

#Resensibuku2 : Anak Sejuta Bintang

Resensi buku novel “ Anak Sejuta Bintang


Judul buku : ‘Anak sejuta bintang’ Perjalanan panjang penuh cahaya.

Penulis : Akmal Nasery Basra

Penerbit : Expose (mizan group)

Tanggal terbit : Cetakan I, Januari 2012

Tebal buku : 405 halaman ,23 bab


Identitas Penulis

Akmal Nasery Basral , lahir di Jakarta, 28 April 1968. Dia adalah seorang sastrawan dan wartawan Indonesia. Novel ‘Anak Sejuta Bintang’ adalah salah satu dari sekian hasil karya sastra-nya, yang telah Ia hasilkan, seperti : Novel Imperia (2005), Presiden Prawiranegara (2011), Sang Pencerah (2010), Batas (2010) dan lainnya.

Pendahuluan  

Buku novel ‘Anak Sejuta Bintang’ adalah buku biografis yang terinspirasi dari kehidupan masa kecil dan remaja,  Aburizal Bakrie.  Terutama sejak masuk Taman kanak-kanak (1951) dan pada saat di Sekolah Rakyat/ Dasar (1952-1958) . Namun, novel ‘Anak Sejuta Bintang’ ini tetaplah sebuah novel biografis- fiksi, karena tidak semua peristiwa ada dikehidupa Aburizal Bakrie.

Isi

Buku ‘Anak Sejuta Bintang’ mengisahkan kehidupan kecil dari Aburizal Bakrie.  Ical (sapaan Aburizal Bakrie) adalah anak pertama dari pasangan Achmad Bakrie dan Roosiah Nasution. Ical juga memiliki 3 saudara, yaitu: Odi, Iwan, dan Indra.

   Ical terlahir di keluarga yang harmonis, ramah dan juga keluarga yang berkecukupan. Achmad Bakrie adalah salah seorang pengusaha, pendiri dari Bakrie & brother. Keluarga Bakrie, juga sempat mengalami kebangkrutan, yang membuat mereka harus memulai usahanya dari awal. Namun, itu tidak membuat mereka menyerah dan patah semangat. Berkat ketekunannya mereka dapat, membangun kembali usaha mereka.

Kebahagiaan yang dialami keluarga itu tidak berlangsung dengan lama, derita yang sebelumnya tidak mereka bayangkan menghampirinya. August Alamsjah , putra ketiga mereka yang baru lahir, dengan sangat cepat telah di panggil oleh Tuhan . Wafatnya, August membuat pasangan itu sangat terpukul. Penderitaan, seolah terus menghampiri keluarga itu. Ical dan Odi di diagnosa terkena penyakit Asma ringan.

Achmad bakrie, memutuskan untuk membawa keluarganya pergi ke Cipanas,Puncak setiap minggunya agar Ical dan Odi dapat menghirup udara segar, yang dapat meringankan penyakit anaknya

Awal tahun 1951, bersamaan dengan masuknya Ical ke Taman kanak-kanak, Roosnniah melahirkan seorang anak laki-laki yang bernama, Nirwan Dermawan Bakrie (Iwan). Roosniah dan Bakrie, memutuskan untuk menyekolahkan Ical di Taman kanak-kanak Perwari.

Hari pertama sekolah, Ical sangat senang karena ia memiliki beberapa teman yang sudah cukup dekat dengan dirinya, diantaranya: Ingga, Maher, Adian, dan Al. Encik yang akan mengajar Ical, selama  satu tahun mendatang bernama Cik Sul. Namun, Ical sedikit bosan karena di pertemuan pertama, mereka tidak belajar berhitung melainkan hanya bernyanyi. Ical suka berhitung.


Murid-murid Taman Kanak-kanak Perwari, umumnya berasal dari keluarga yang memiliki hubungan kuat dengan politik. Seperti, Ingga adalah( putra dari  Mr. Abdul Karim yang dikenal sebagai pengawal jalannya PDRI ) Maher,( putra dari Hamid Algadrie, tokoh PSI yang dikenal sebagai pendiri Partai Arab-Indonesia).

Namun, ada juga murid yang orangtuanya benar-benar tidak berpolitik atau tidak memiliki hubungan dengan pemerintahan, seperti seorang pengusaha dan pedagang. Salah satu contohnya adalah orangtua Ical.


      Tahun 1952, Ical melanjutkan sekolahnya di Sekolah Rakyat Perwari (SD). Hari pertama masuk sekolah Ical sangat kagum dengan gedung berlapis cat putih, dengan dua lantai yang akan menjadi tempat Ia menuntut ilmu itu.  Di SD Perwari, ternyata Ia satu kelas dengan teman lamanya ,seperti : Ingga, Wiwik ,Rizal, Adian, dan Al.  


Selama sekolah di SD Perwari, banyak peristiwa yang tidak akan pernah Ical lupakan, seperti : meninggalnya Lembu, ketabrak kereta pada saat Lembu membuat pisau dari paku , kalah saat bertanding sepak bola dengan anak Gang Ampiun dengan skor 7-1 , dan yang tidak akan pernah Ical lupakan yaitu, menjadi salah satu anggota Tim Aubade & bernyanyi dihadapan Presiden RI pertama yaitu, Ir.Soekarno pada saat hari kemerdekaan.
1957. Ical mulai digelari ‘ Anak Sejuta Bintang’ setelah 5 kali berturut-turut menjadi murid terbaik dikelas.


 Tahun 1958, adalah tahun terakhir Ical di SR Perwari. Perjuangan Ical di SR akan segera berakhir, ujian akhir sudah berlangsung. Kini saatnya pengumuman hasil Ujian, yang dihadiri oleh para orangtua murid. Ical sangat gelisah ditempat duduknya karena, Ia tidak sabar untuk mendengar namanya disebut dengan lantang, oleh kepala sekolah menjadi murid terbaik.

“Dan sekarang saya akan umumkan nama murid yang memeproleh nilai tertinggi sekaligus menempati peringkat pertama” ujar Ibu ari. “ Ananda yang berbahagia itu adalah Lingga Kusuma Karim ! “ ujar Ibu Ari. Anak-anak kelas 6 langsung bertatap tanya, seolah tak percaya dengan pendengaran mereka. Ical tidak percaya, Ia tidak menjadi peringkat pertama. Ia merasa 5 tahun kejayaannya menjadi peringkat pertama tidak berbekas apa-apa.

Setelah, kejadian itu Ical lebih memilih untuk menyendiri dan tidak banyak berbicara.  Ical tidak marah karena, Lingga menggusur posisinya tetapi Ia kecewa, karena dia tergelincir disaat-saat akhir. Bakrie mengusulkan kepada istrinya untuk mengajak Ical berlibur ke Puncak , untuk menghilangkan rasa sedih Ical.

Tiba di Puncak, Ical selalu mengurung dirinya dikamar. Melihat, sang anak yang benar-benar diam dan menjauhi adik-adiknya. Akhirnya Bakrie mengajak Ical pergi keluar villa dan memberikan nasehat kepada anak nya untuk terus bersemangat


“Ical tidak akan menghukum diri sendiri dengan tenggelam dalam kesedihan. Ical harus bangkit. Ical harus menjadi bintang waluku yang berssinar penuh makna” ujar Ical.


Kekurangan & Kelebihan

Kelebihan dari buku ‘ Anak sejuta bintang’ ini, yaitu :

*      Kekompakan dalam keluarga dan berteman, selalu menyemangati satu sama lain.
*      Selalu menghormati orangtua
*      Besarnya pengaruh orang tua, dalam perkembangan anak.
*      Pentingnya menjaga persahabatan.

Kekurangan dari buku ‘Anak Sejuta Bintang’ adalah kurangnya penjelasan dalam beberapa cerita, seperti meninggalnya, August alamsjah dan Susanto.

‘ Bintang yang paling terang di hidup Ical, adalah Mama dan Papa’



Jakarta,18 November 2016

By: Azzahra Ainul Syifa.



Jumat, 02 September 2016

Resensi buku : '2'

Resensi buku Novel ' 2 '

" Mimpi saja tidak cukup "

Judul Buku: “2” (novel)

Penulis : Donny Dhirgantoro.

Penerbit: PT Gramedia Widiasarana Indonesia (Grasindo)

Terbit : Cetakan 1,2011

Tebal buku: 418 halaman ,terdiri dari 11 Bab


Pendahuluan

Donny Dhirgantoro, adalah Pria kelahiran 27 Oktober 1978.  Ia mulai gemar Menulis dan Membaca sejak ia masih kecil. Kegemaran Membaca dan Menulisnya ini,pernah mengantarkan-nya  menjuarai lomba menulis dan membaca yang diadakan oleh Pemerintah dan menjadi ketua Karang taruna selama 6 tahun berturut-turut !! Kini,menulis dan membaca bukan hanya sekedar hobi-nya,melainkan sebuah Pekerjaan baginya yaitu,seorang Penulis.
Buku ‘2’ ini adalah karya ke-dua dari Donny Dhirgantoro , yang sebelumnya pernah merilis buku berJudul ‘5cm’ pada tahun 2005,dan dijadikan sebuah Film layar lebar pada tahun 2012.

Sinopsis 

Gusni Annisa Puspita, lahir pada tanggal 27 Oktober 1986 sebagai gadis yang periang dan murah senyum ,penggemar makanan onde-onde dengan segala ‘kelebihannya’ adalah keterbatasannya. Ia terlahir dengan berat badan yang melebihi batas normal,yaitu 6kg dan panjang 59cm ! 2x lipat dari berat dan panjang tubuh  bayi pada umumnya .

Ia menjalani hari-harinya seperti anak-anak biasa.walaupun Gusni kerap diejek teman-temanNya karena memiliki postur tubuh yang melebihi anak seusianya. Namun,itu tidak membuatnya merasa malu, karena ia memiliki keluarga dan sahabat yang selalu mendukung dan meyayangi-nya yaitu, Papa,Mama, Gita,kakaknya dan kedua sahabatnya yang memiliki postur tubuh sama seperti Gusni yaitu, Ani dan Nuni.

Sejak kecil, Ia bercita-cita  ingin membuat Orang tua-nya senang dengan bermain Bulu tangkis seperti kakak-nya,Gita Annisa Srikandi  yang selalu saja terhalang  dengan segala ‘kelebihannya’. Namun,Gusni terus bersemangat menggapai cita-citanya dan berusaha untuk menjadi seorang atlet bulu tangkis. Hingga,suatu malam kenyataan pahit menimpa-nya,kenyataan yang tidak pernah ia bayangkan bahwa bermimpi saja tidak pernah cukup. Ayahnya berbicara dengan jelas bahwa Gusni memiliki sebuah penyakit keturunan yang membuat berat badannya tidak pernah  berkurang melainkan bertambah, Gusni di diagnosis bahwa hidupnya tidak lebih dari 25 tahun seperti kakek buyutnya. Setelah,Gusni mengetahui kenyataan pahit itu, ia bertekad untuk mengatur pola hidup sehat,agar dapat memperjuangkan hidupnya.

Ia  mulai berlari dan berlatih bulu tangkis ,agar dapat menurunkan berat badan-nya dan menggapai cita-cita-nya yaitu,menjadi seorang atlet bulu tangkis. Gusni mulai mengikuti pertandingan –pertandingan kecil di gelanggang olahraga melawan rekan” nya.

Ternyata, dengan segala semangat-nya dan dukungan dari keluarga , membuatnya dapat membuahkan hasil yang luar biasa untuk Gusni Annisa Puspita,yaitu ia dapat menjadi salah satu bagian di Tim Nasional putri Indonesia dan mengikuti pertandingan khatulistiwa terbuka pada tahun  2005  bersama kakaknya,Gita Annisa Srikandi..


Dari buku ‘2’ ini,nilai-nilai positif / keunggulan yang saya dapat yaitu:...
1.     Tidak mudah menyerah dalam menghadapi suatu masalah.
2.     Saling menghargai sesama manusia karena,Tuhan saja tidak pernah sedikitpun meremehkan kekuatan manusia.
3.     Harus berjuang dan kerja keras dalam meraih impian karena ,mimpi saja tidak akan pernah cukup.

Selain keunggulan,buku ‘2’ ini juga memiliki kelemahan yaitu: kurang masuk akal, karena seseorang yang memiliki berat badan melebihi batas normal dapat menjadi seorang atlet bulu tangkis, karena setahu saya untuk menjadi seorang atlet bulu tangkis harus memiliki postur tubuh yang ideal, karena pemain bulu tangkis itu harus gesit dan juga lincah. but ' everthing is possible, right?'


By: Azzahra Ainul Syifa
Jakarta,2 september 2016