Resensi
buku novel “ Anak Sejuta Bintang ”
Judul buku : ‘Anak sejuta bintang’ Perjalanan
panjang penuh cahaya.
Penulis : Akmal Nasery Basra
Penerbit : Expose (mizan group)
Tanggal terbit : Cetakan I, Januari 2012
Tebal buku : 405 halaman ,23 bab
Identitas
Penulis
Akmal Nasery Basral , lahir di Jakarta, 28 April
1968. Dia adalah seorang sastrawan dan wartawan Indonesia. Novel ‘Anak Sejuta
Bintang’ adalah salah satu dari sekian hasil karya sastra-nya, yang telah Ia
hasilkan, seperti : Novel Imperia (2005), Presiden Prawiranegara (2011), Sang
Pencerah (2010), Batas (2010) dan lainnya.
Pendahuluan
Buku novel ‘Anak Sejuta Bintang’ adalah buku
biografis yang terinspirasi dari kehidupan masa kecil dan remaja, Aburizal Bakrie. Terutama sejak masuk Taman kanak-kanak (1951)
dan pada saat di Sekolah Rakyat/ Dasar (1952-1958) . Namun, novel ‘Anak Sejuta
Bintang’ ini tetaplah sebuah novel biografis- fiksi, karena tidak semua
peristiwa ada dikehidupa Aburizal Bakrie.
Isi
Buku ‘Anak Sejuta Bintang’ mengisahkan kehidupan
kecil dari Aburizal Bakrie. Ical (sapaan
Aburizal Bakrie) adalah anak pertama dari pasangan Achmad Bakrie dan Roosiah
Nasution. Ical juga memiliki 3 saudara, yaitu: Odi, Iwan, dan Indra.
Ical terlahir
di keluarga yang harmonis, ramah dan juga keluarga yang berkecukupan. Achmad
Bakrie adalah salah seorang pengusaha, pendiri dari Bakrie & brother. Keluarga Bakrie, juga sempat mengalami
kebangkrutan, yang membuat mereka harus memulai usahanya dari awal. Namun, itu
tidak membuat mereka menyerah dan patah semangat. Berkat ketekunannya mereka
dapat, membangun kembali usaha mereka.
Kebahagiaan yang dialami keluarga itu tidak
berlangsung dengan lama, derita yang sebelumnya tidak mereka bayangkan
menghampirinya. August Alamsjah , putra ketiga mereka yang baru lahir, dengan
sangat cepat telah di panggil oleh Tuhan . Wafatnya, August membuat pasangan
itu sangat terpukul. Penderitaan, seolah terus menghampiri keluarga itu. Ical
dan Odi di diagnosa terkena penyakit Asma ringan.
Achmad bakrie, memutuskan untuk membawa keluarganya
pergi ke Cipanas,Puncak setiap minggunya agar Ical dan Odi dapat menghirup
udara segar, yang dapat meringankan penyakit anaknya
Awal tahun 1951, bersamaan dengan masuknya Ical ke
Taman kanak-kanak, Roosnniah melahirkan seorang anak laki-laki yang bernama,
Nirwan Dermawan Bakrie (Iwan). Roosniah dan Bakrie, memutuskan untuk
menyekolahkan Ical di Taman kanak-kanak Perwari.
Hari pertama sekolah, Ical sangat senang karena ia
memiliki beberapa teman yang sudah cukup dekat dengan dirinya, diantaranya:
Ingga, Maher, Adian, dan Al. Encik yang
akan mengajar Ical, selama satu tahun
mendatang bernama Cik Sul. Namun,
Ical sedikit bosan karena di pertemuan pertama, mereka tidak belajar berhitung
melainkan hanya bernyanyi. Ical suka berhitung.
Murid-murid Taman Kanak-kanak Perwari, umumnya
berasal dari keluarga yang memiliki hubungan kuat dengan politik. Seperti, Ingga
adalah( putra dari Mr. Abdul Karim yang
dikenal sebagai pengawal jalannya PDRI ) Maher,( putra dari Hamid Algadrie,
tokoh PSI yang dikenal sebagai pendiri Partai Arab-Indonesia).
Namun, ada juga murid yang orangtuanya benar-benar
tidak berpolitik atau tidak memiliki hubungan dengan pemerintahan, seperti
seorang pengusaha dan pedagang. Salah satu contohnya adalah orangtua Ical.
Tahun 1952,
Ical melanjutkan sekolahnya di Sekolah Rakyat Perwari (SD). Hari pertama masuk
sekolah Ical sangat kagum dengan gedung berlapis cat putih, dengan dua lantai
yang akan menjadi tempat Ia menuntut ilmu itu. Di SD Perwari, ternyata Ia satu kelas dengan
teman lamanya ,seperti : Ingga, Wiwik ,Rizal, Adian, dan Al.
Selama sekolah di SD Perwari, banyak peristiwa yang
tidak akan pernah Ical lupakan, seperti : meninggalnya Lembu, ketabrak kereta
pada saat Lembu membuat pisau dari paku , kalah saat bertanding sepak bola
dengan anak Gang Ampiun dengan skor 7-1 , dan yang tidak akan pernah Ical lupakan
yaitu, menjadi salah satu anggota Tim Aubade & bernyanyi dihadapan Presiden
RI pertama yaitu, Ir.Soekarno pada saat hari kemerdekaan.
1957. Ical mulai digelari ‘ Anak Sejuta Bintang’
setelah 5 kali berturut-turut menjadi murid terbaik dikelas.
Tahun 1958,
adalah tahun terakhir Ical di SR Perwari. Perjuangan Ical di SR akan segera
berakhir, ujian akhir sudah berlangsung. Kini saatnya pengumuman hasil Ujian,
yang dihadiri oleh para orangtua murid. Ical sangat gelisah ditempat duduknya
karena, Ia tidak sabar untuk mendengar namanya disebut dengan lantang, oleh
kepala sekolah menjadi murid terbaik.
“Dan sekarang saya akan umumkan nama murid yang
memeproleh nilai tertinggi sekaligus menempati peringkat pertama” ujar Ibu ari.
“ Ananda yang berbahagia itu adalah Lingga Kusuma Karim ! “ ujar Ibu Ari. Anak-anak
kelas 6 langsung bertatap tanya, seolah tak percaya dengan pendengaran mereka.
Ical tidak percaya, Ia tidak menjadi peringkat pertama. Ia merasa 5 tahun
kejayaannya menjadi peringkat pertama tidak berbekas apa-apa.
Setelah, kejadian itu Ical lebih memilih untuk
menyendiri dan tidak banyak berbicara.
Ical tidak marah karena, Lingga menggusur posisinya tetapi Ia kecewa,
karena dia tergelincir disaat-saat akhir. Bakrie mengusulkan kepada istrinya
untuk mengajak Ical berlibur ke Puncak , untuk menghilangkan rasa sedih Ical.
Tiba di Puncak, Ical selalu mengurung dirinya dikamar.
Melihat, sang anak yang benar-benar diam dan menjauhi adik-adiknya. Akhirnya Bakrie
mengajak Ical pergi keluar villa dan memberikan nasehat kepada anak nya untuk
terus bersemangat
“Ical tidak akan menghukum diri sendiri dengan
tenggelam dalam kesedihan. Ical harus bangkit. Ical harus menjadi bintang
waluku yang berssinar penuh makna” ujar Ical.
Kekurangan
& Kelebihan
Kelebihan dari buku ‘ Anak sejuta bintang’ ini, yaitu
:
Kekurangan dari buku ‘Anak Sejuta Bintang’ adalah
kurangnya penjelasan dalam beberapa cerita, seperti meninggalnya, August
alamsjah dan Susanto.
‘
Bintang yang paling terang di hidup Ical, adalah Mama dan Papa’
Jakarta,18
November 2016
By: Azzahra Ainul Syifa.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar